di segala penjuru
Biru dan merah jambu
Aku berjalan nanar
melewati semua sepi, dengan senyum sinar matamu
Dan lembut bisikanmu...larut dalam hening
Taman-taman lebih hijau dari biasa
Bunga-bunga tumbuh lebih banyak
di jalan raya, di dinding rumah
di atas air keruh sungai yang membelah kota
Juga di lantai masjid dan sudut alun-alun
Pada tiap tembok kantor dan halte bis ujung kota
Namamu dituliskan oleh tangan gaib malaikat
dan para vandalis
Aku membaca seraya tersenyum
lalu menulis ulang di tiap sudut langit
juga di bantal tidurku
Seolah aku tahu sedang apa engkau hari ini
bahkan lebih tahu darimu
Lihatlah : semakin tak tertampung
kata-kata dalam buku harianku
Namamu, dan nama panggilanmu
Nama yang cuma aku boleh menyebutnya
Engkau menari dalam seribu fantasi
Pada segenap beranda mimpiku
Hingga lenyap batas harapan dan kenyataan
menjadi satu
Aku melihat gambar-gambar wajahmu
penuh senyum
di seluruh jendela
Lihatlah : aku cemburu ! Setiap kali
kupergoki kerling matamu berpaling
Kini aku sendiri dalam kerinduan yang berat
Lalu mengulang-ulang catatan pertemuan
Pernahkah engkau terusik oleh pikiran-pikiranku ?
Neverland, 14 Agustus 2005.
You'll never know what I am.
No comments:
Post a Comment